SELAMAT dan SUKSES Kepada Puskesmas Kotabumi II Atas Diraihnya Sertifikat ISO 9001-2000  

     HALAMAN UTAMA
     Arsip Berita
     INDEX BERITA
     Berita Utama
     Kotabumi Bettah
     Lampura Sikep
     Politika & Hukum
     Radar Way Kanan
     Segitiga Emas
     Ruwa Jurai
     Pendidikan
     Kriminal
     Lakalantas
     Nasional
     Ekonomi
     Society
     Pariwara
     Olahraga
     Selebriti
     Opini
     INFORMASI
     Radar Group
     Telepon Penting
     ADVERTORIAL
     Tentang Kami
     Profil Redaksi
     Galeri Foto
     Buku Tamu
     Kontak Kami
  |O|u|r| C|l|i|e|n|t|
 
Jaya Sakti
 
STKIP Muhammadiyah Kotabumi
  Berita Radar Way Kanan
Jumat, 08 Januari 2010 06:03:10 Klik : 1321 Kirim Berita Ini! Print Berita Ini!
Share |
Masyarakat Waykanan Heboh Penemuan Mayat Anonim
Laporan / Editor : Hermansyah

Blambangan Umpu-Untuk ke sekian kalinya masyarakat Kabupaten Waykanan dihebohkan adanya penemuan mayat tak dikenal. Kali ini masyarakat Kampung Tua Gunung Sangkaran digemparkan oleh penemuan mayat seorang laki- laki dipingiran rel Kereta Api ( Km 167 ) di Kampung setempat.

Sayangnya, di tubuh mayat lelaki yang diperkirakan berumur 60 tahun dengan tinggi 155 cm, rambut pendek kulit hitam, tersebut tidak ditemukan tanda pengenal.

Mayat tersebut saat ditemukan mengenakan baju kaos warna putih biru, celana panjang hitam dan mengalami luka robek di bagian kepala, kedua tangan dan kaki patah.

“Dugaan sementara mayat tersebut terjatuh dari Kereta Api dan sekarang telah dibawa ke RSUD Zainal Abidin Pagar Alam ( RSUD Way Kanan red ),” ujar Kasatreskrim Polres Way Kanan AKP Hendriansyah SH mendampingi Kapolres Way Kanan AKBP Lukas Akbar Abriari S.IK.MH pada Radar Lampung (grup Radar Kotabumi, red) kemarin (7/1).

Pada hari yang sama Wawan Setiawan Bin Mastur ( 25), warga dusun II Kampung Kampung Bengkulu Rejo Kecamata Gunung Labuhan Pegawai PLN Kabupaten Waykanan tewas tergantung di tiang listrik PLN di dusun Talang Sebaris Kampung Suka Negeri Kecamatan Gunung Labuhan pada pukul 9.00 wib kemarin (7/1), disaat korban melaksanakan tugas untuk menyalurkan arus listrik ke rumah warga.

“Sementara, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang kami lakukan, korban meninggal diduga akibat kelalaian korban saat bertugas, karena saat menaiki tiang listrik korban tidak menggunakan sarung tangan dan sepatu pengaman, sehingga ia tersentrum dan langsung tergantung dan meninggal dunia di tempat,” ujar Kapolres Way Kanan AKBP Lukas Akbar Abriari S.IK, MH yang didampingi oleh Kasatreskrim Polres AKP Hendriansyah SH pada Radar Lampung (grup Radar Kotabumi, red) kemarin.

Sementara itu ratusan calon konsumen listrik di Kampung Karang Umpu Kecamatan Blambangan Umpu dan Ratusan Warga calon konsumen listrik Kampung Serupa Indah Kecamatan Pakuon Ratu, telah merasa ditipu oleh panitia pengadaan listrik di kampung mereka.

Sebab, di Kampung Serupa Indah Pakuon Ratu, 500 konsumen yang 85 persen diantaranya telah melunasi biaya pemasangan listrik kerumah mereka dengan harga Rp. 1.850.000 / konsumen.

“Selaku anggota dewan saya sering ditanyakan oleh masyarakat kampung saya tentang belum juga menyalanya listrik di Kampung Serupa indah, padahal mereka menjanjikan Panitia telah menjanjikan pada kami bulan April 2008 lalu listrik mulai manyala, akan tetapi nyatanya hingga kini listrik belum menyala, dengan demikian dimana keberadaan uang masyarakat beserta bunganya itu dan kapan sebenarnya lsitrik kami akan menyala,” ujar Ali Nurdin anggota DPRD Waykanan yang berasal dari Kampung Serupa Indah pada Radar Lampung (grup Radar Kotabumi, red), bahakan hal yang sama juga dipertanyakan oleh Sopyan Kompatriot Ali Nurdin di DPRD Waykanan yang juga berasal dari daerah pemilihan yang sama.

Sementara di Kampung Karang Umpu Kecamatan Blambangan Umpu mempertanyakan semakin membengkaknya biaya pemasangan listrik dari Rp 2 juta per konsumen sampai listrik menyala, menjadi Rp.2.200.000/ kwh.

“Saat kami mendaftarkan diri dulu diminta membayar Rp. 2 juta hingga lampu menyala, akan tetapi tiba-tiba sekarang kami kembali diminta untuk membayar Rp 200. 000 / kwh, belum lagi kami diperintahkan pula untuk membeli kabel dri tiang induk menuju rumah masing- masing, karena kami tidak mengerti maka persoalan ini akan kami bawa ke pihak yang berwajib karena kami menduga panitia kampung sengaja menipu,” ujar Udin warga Kampung Karang Umpu kemarin. (*)

Share |
<< Kembali

Berita Radar Way Kanan Lainnya :

  RADAR LAMPUNG
    RADAR WAY KANAN
Tim Sukses ASRI Pertanyakan Foto Gubernur di Calon Lain
Hari Ini, 8.153 Siswa MI dan SD UN
Lima Srikandi Bersaing Ketat di Pilkada
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Kompor Gas
PNS dan Kakam Diindikasikan Terlibat Pilkada
    LAMPURA SIKEP
Hendarsyah Kades Bandar Putih
PLTS Desa Sumbertani Pasok Energi Untuk 30 KK
Distako-PMII Perindah Kota Kotabumi
Pop Singer Akan Masuk Agenda Tahunan
Minta Dikembalikan Surat Berharga
  RADAR KOTABUMI
Radar Kotabumi

  SITUS RADAR GROUP
    Radar Lampung
    Rakyat Lampung
    Radar Tanggamus
    Radar Lamsel
    Radar Lambar
    Radar Lamteng
    Radar Metro
    Radar Tuba