| Laporan/Editor: Hermansyah
NEGARABATIN-Sedikitnya ada 150 hektar tanaman Jagung dan 400 hektar tanaman Padi masyarakat di Kecamatan Negara Batin dipastikan Fuso dan gagal Panen. Hal tersebut disebabkan, tanaman petani itu terendam air selama 5 hari berturut- turut pada tanggal 31 Desember 2009 hingga tanggal 4 Januari 2010 lalu. Hal tersebut disampaikan
UPTD Dinas Pertanian Kabupaten Waykanan Kecamatan Negara Batin Habiburahman kemarin.
Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan bersama dengan anggota DPRD Waykanan, Linda Utara, S.H diperoleh jumlah ratusan hektar yang tersebar di beberapa Kampung di Kecamatan Negara Batin. Tetapi, besar kemungkinan jumlah ini akan bertambah, karena belum semua petani melaporkan luas tanaman mereka kepada pemerintah setempat, apalagi sebagian besar masyarakat Kecamatan negara Batin menggantungkan hidupnya di bantaran Sungai Waykanan.
Seperti diberitakan, Linda Utari yang merupakan anggota DPRD Waykanan pada tanggal 1 Janurai 2010, meminta kepada Pemkab Waykanan untuk segera melakukan persiapan dalam rangka bencana pasca banjir, karena kampung tempat tinggalnya ( Kampung Sri Menanti, red ) telah 2 hari terendam air.
“Saya menyampaikan hal itu dengan harapan setelah banjir surut, Pemkab Waykanan dapat langsung melakukan langkah- langkah nyata, baik dengan memberikan bantuan bibit atau apa saja , sehingga masyarakat dapat kembali menanami lahan mereka,”ujar Linda.
Kepala Dinas Sosnakertrans Kabupaten Waykanan, Hi. Fathoni Umar membenarkan hal tersebut, dan menyatakan telah menerima laporan lisan dari camat Negara Batin Pardi, akan tetapi ia meminta kepada camat untuk melaporkan secara resmi dengan data yang lengkap dan kongkrit sehingga dapat dilakukan pengecekan kelapangan.
“Setiap bencana pasti akan diberi bantuan dari Pemkab Waykanan dan juga diberi bantuan secara pribadi oleh bapak bupati. Tetapi harus ada laporan resmi, lengkap dengan data korban bencana,” kata Hi. Fathoni Umar. (*) |