SELAMAT dan SUKSES Kepada Puskesmas Kotabumi II Atas Diraihnya Sertifikat ISO 9001-2000  

     HALAMAN UTAMA
     Arsip Berita
     INDEX BERITA
     Berita Utama
     Kotabumi Bettah
     Lampura Sikep
     Politika & Hukum
     Radar Way Kanan
     Segitiga Emas
     Ruwa Jurai
     Pendidikan
     Kriminal
     Lakalantas
     Nasional
     Ekonomi
     Society
     Pariwara
     Olahraga
     Selebriti
     Opini
     INFORMASI
     Radar Group
     Telepon Penting
     ADVERTORIAL
     Tentang Kami
     Profil Redaksi
     Galeri Foto
     Buku Tamu
     Kontak Kami
  |O|u|r| C|l|i|e|n|t|
 
Jaya Sakti
 
STKIP Muhammadiyah Kotabumi
  Berita Ruwa Jurai
Rabu, 10 Februari 2010 01:35:31 Klik : 135 Kirim Berita Ini! Print Berita Ini!
Share |
Bayi Kembar Siam Meninggal
Laporan/Editor: Dwi Prihantono/RNN

BATANGHARI - Bayi kembar siam buah hati pasangan Surawan (26) dan Iis Farida (24), meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Senin (8/2) pukul 21.30 WIB. Bayi kembar siam dengan kondisi dada dan perut berdempeten (taroko abdominal bagus) tersebut meninggal akibat infeksi paru-paru dan gagal jantung.

Jenazah bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Nazila Aulia dan Zhaylia Aulia tersebut kemudian dimakamkan di Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Lampung Timur, Selasa (9/2) pukul 11.30 WIB. Desa Bumiharjo merupakan tempat kelahiran Surawan. Sejak bayi kembar tesebut menjalani perawatan di RSUD AM Bandarlampung dan RS Ciptomangunkusumo, Iis Farida memang tinggal di rumah mertuanya. Karenanya, atas kesepakatan keluarga, bayi kembar yang dilahirkan melalui operasi sesar di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro, Jumat (29/1) lalu tersebut dimakamkan di desa tersebut. “Kami telah ikhlas atas musibah ini. Karena itu sudah menjadi takdir dari Allah SWT. Kami percaya, Allah SWT mempunyai maksud lain yang lebih baik keluarga kami,”ujar Surawan saat ditemui di rumah bibinya yang bersebelahan dengan rumah orangtuanya, kemarin.

Menurut Surawan, semula dia dan istrinya sempat berharap bayi kembar dapat dipisahkan serta tumbuh dengan normal. Namun, harapannya mulai tipis ketika mengetahui hasil pemeriksaan medis yang menyebutkan jantung dan hati ke dua bayinya hanya satu. Kendati demikian, Surawan tetap berupaya agar kedua bayinya dapat diselamatkan. Tekad Surawan tersebut mendapat dukungan dari seluruh anggota keluarganya. “Untuk biaya perawatan selama di Rumah Sakit Mardi Waluyo, RSUDAM hingga RS Cipto ditanggung Jamkesmas. Sedangkan, untuk biaya kami selama menunggu di rumah sakit tersebut bersumber dari sumbangan keluarga,”tutur Surawan didampingi Samsidar bibi dari Iis Farida.

Dilanjutkan, sejak menjalani perawatan di RSUDAM dan RS Cipto kondisi bayi kembarnya memang tidak stabil. Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Cipto, paru-paru bayi kembarnya mengalami infeksi dan jantungnya lemah karena tidak mampu mensuplai darah bagi dua bayi. “Dari keterangan dokter, bayi kembar kami meninggal karena infeksi paru-paru dan mengalami gagal jantung,”lanjutnya.

Lebih lanjut Surawan menjelaskan, kabar tentang meninggalnya bayi kembar tersebut langsung dia sampaikan ke keluarga yang ada di Bumiharjo. Namun, dia berpesan agar kabar tersebut tidak disampaikan dulu kepada Iis Farida. “Kami khawatir, dia semakin shock ketika mendengar bayinya meninggal. Karenanya, istri saya baru diberi tahu anak kami meninggal pagi tadi (kemarin, red) beberapa saat sebelum jenazah sampai di rumah,”terang Surawan.

Sementara di rumah duka kemarin masih terlihat sejumlah warga sekitar dan kerabat Surawan serta Iis Farida bertakziah. Untuk menampung para pentakziah Harjono (61) orang tua Surawan memasang tenda berukuran 8 x 4 meter di halaman rumahnya. Sebab, rumahnya yang masih berdinding geribik hanya berukuran 6 x 8 meter, sehingga tidak memungkinkan menampung para pentakziah. Sementara, Iis Farida masih belum bersedia memberikan keterangan dan memilih berdiam diri di dalam rumah mertuanya.”Harap maklum, mas kondisi menantu saya masih shock atas musibah ini,”ujar Harjono. (*)

Share |
<< Kembali

Berita Ruwa Jurai Lainnya :

  RADAR LAMPUNG
    RADAR WAY KANAN
Tim Sukses ASRI Pertanyakan Foto Gubernur di Calon Lain
Hari Ini, 8.153 Siswa MI dan SD UN
Lima Srikandi Bersaing Ketat di Pilkada
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Kompor Gas
PNS dan Kakam Diindikasikan Terlibat Pilkada
    LAMPURA SIKEP
Hendarsyah Kades Bandar Putih
PLTS Desa Sumbertani Pasok Energi Untuk 30 KK
Distako-PMII Perindah Kota Kotabumi
Pop Singer Akan Masuk Agenda Tahunan
Minta Dikembalikan Surat Berharga
  RADAR KOTABUMI
Radar Kotabumi

  SITUS RADAR GROUP
    Radar Lampung
    Rakyat Lampung
    Radar Tanggamus
    Radar Lamsel
    Radar Lambar
    Radar Lamteng
    Radar Metro
    Radar Tuba