| Laporan / Editor : Wartawan RNN
SUKADANA-Pasca musyawarah daerah (Musda), Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Lampung Timur langsung mempersiapkan diri menghadapi pemilihan kepala daerah wakil daerah (Pilkada) 30 Juni 2010 mendatang.
Ketua DPD II Golkar Lampung Timur H.Azwar Hadi, SE,Msi menjelaskan, sesuai tahapan Pilkada yang ditetapkan KPU rencana pendaftaran calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan tanggal 10 hingga 16 Februari mendatang. Dengan kata lain, waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri hanya tinggal 1 bulan lagi.
Oleh karena itu, untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pilkada tersebut, DPD II Golkar Lamtim berencana melakukan penjaringan bakal calon pertengahan Januari ini.
Sebagai langkah awal, hari ini rencananya jajaran DPD II Golkar Lamtim akan berkoordinasi dengan DPD I Golkar Lampung guna membahas mekanisme dan jadwal penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Dilanjutkan, dibanding partai politik lain yang ada di kabupaten tersebut. Persiapan Golkar untuk menghadapi Pilkada, khususnya terkait penjaringan bakal calon yang akan diusung memang termasuk terlambat.
Sebab, sejumlah parpol dan gabungan parpol yang ada di Lamtim sudah terlebih dulu melakukan penjaringan. Bahkan, sudah ada yang menetapkan pasangan yang akan mereka usung.
“Kami baru akan melakukan penjaringan, karena sebelumnya masih terfokus pada pelaksanaan Munas dan Musda. Dengan telah kelarnya Munas dan Musda, maka konsentrasi Golkar saat ini memenangkan Pilkada,”ujar Azwar yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Lamtim pada Musda tanggal 28 Desember 2009 lalu.
Lebih lanjut Azwar menjelaskan, meski waktu semakin mendesak, Golkar tetap optimis dapat memenangkan pasangan yang akan diusung. Modalnya, pada pemilu legislatif 9 April lalu, Golkar berhasil meraih sebanyak 68.334 atau 14,63 persen dari suara syah.
Dari perolehan suara tersebut, Golkar berhasil meraih 8 kursi atau 17,77 persen dari total kursi di DPRD Lamtim. Dengan kata lain, perolehan kursi Golkar telah memenuhi syarat untuk mengusung calon kepala daerah tanpa harus berkoalisi.
“Ibarat mesin, selama ini Golkar telah kami panaskan dan pada saatnya nanti tinggal tancap gas saja”ujar Azwar beranalogi.
Dikatakan, berdasarkan perolehan kursi Golkar memang dapat mengusung pasangan calon tanpa koalisi. Namun, Golkar tetap akan membuka diri untuk komunikasi dengan partai politik lain yang ingin berkoalisi. “Sepanjang memiliki visi dan misi yang sama, kami siap berkoalisi dengan parpol lain,”lanjutnya.
Begitu juga pada saat penjaringan Golkar akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin maju sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah melalui partai berlambang pohon beringin tersebut. Baik itu berasal dari kader internal maupun dari luar kader.
Syaratnya, antara lain bakal calon yang akan diusung harus mengenal dan dikenal masyarakat Lamtim. Kemudian, bakal calon juga harus memiliki visi dan misi untuk mensejahterakan masyarakat Lamtim. (*) |