| Laporan /Editor : Wartawan RNN
SUKADANA-DPRD Lampung Timur mendesak eksekutif lebih serius dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2010 ini. Sebab, pada tahun ini target PAD ditetapkan sebesar Rp20 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp1,5 miliar dibanding target 2009.
Ketua Komisi B DPRD Lamtim Gunawan menjelaskan, bila eksekutif khususnya satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pengelola PAD tidak serius. Dikhawatirkan tidak tercapainya target PAD 2009 bakal terulang.
Menurutnya, berdasarkan laporan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang kini telah berubah menjadi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah per tanggal 31 Desember 2009 lalu. Realisasi PAD 2009 hanya mencapai Rp17,2 miliar atau 93,34 persen dari target Rp18,5 miliar.
Ditambahkan, tidak tercapainya target PAD 2009 tersebut menunjukkan buruknya kinerja SKPD pengelolanya. Sebab, hingga akhir tahun lalu masih ada beberapa SKPD pengelola PAD baru menyetorkan PAD di bawah 50 persen dari target. Misalnya, Dinas Perhubungan dan Informatika baru mencapai 21 persen dari Rp544,563 juta.
Kemudian, Dinas Cipta Karya hanya 14 persen dari target Rp875 juta serta Dinas Perikanan dan Kelautan hanya mencapai 26 persen dari target Rp22 juta.
Memang lanjutnya, ada juga SKPD yang dapat melampau target, antara lain Dinas Pertambangan dan Energi sebesar Rp2,11 7 miliar atau 103 persen dari target Rp2,112 miliar.
Kemudian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebesar Rp54 juta atau 110 persen dari target Rp49 juta. “Semestinya, SKPD yang tidak mencapai target mendapat sangsi dan melampaui target mendapat penghargaan. Itu salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk memacu penggalian PAD,”paparnya.
Lebih jauh dijelaskan, keseriusan penggalian potensi PAD juga sangat diperlukan demi meningkatkan potensi pendapatan daerah. Sebab, pada tahun anggaran 2010 ini proyeksi pendapatan Lamtim hanya Rp777,679 miliar.
Sedangkan, anggaran belanja mencapai Rp961,566 miliar. Sehingga, defisit anggaran hanya mencapai Rp183,886 miliar. “Bila PAD dapat ditingkatkan, maka dapat digunakan untuk meningkatkan pryeksi pendapatan, sehingga defisit menurun,”pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, guna memacu penerimaan daerah pada awal Oktober 2009 lalu Pemkab Lamtim telah menggelar rapat evaluasi dengan seluruh SKPD, khususnya yang mengelola PAD.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Lamtim melaluli pelaksana tugas (plt) Kepala Dispenda Almaturidi menginstruksikan seluruh SKPD lebih serius menggali potensi PAD yang mereka kelola. Pasalnya, hingga awal Oktober lalu realisasi PAD Kabupaten Lampung Timur baru mencapai 74,93 persen dari target yang ditetapkan.
Selain itu, dalam rapat koordinasi tersebut Dispenda mengharapkan seluruh SKPD dapat meningkatkan potensi PAD yang mereka kelola. Sebab, besarnya alokasi belanja daerah sangat tergantung dengan potensi penerimaannya. Dengan kata lain, bila potensi penerimaan kecil maka alokasi belanjanya juga kecil. (*) |