SELAMAT dan SUKSES Kepada Puskesmas Kotabumi II Atas Diraihnya Sertifikat ISO 9001-2000  

     HALAMAN UTAMA
     Arsip Berita
     INDEX BERITA
     Berita Utama
     Kotabumi Bettah
     Lampura Sikep
     Politika & Hukum
     Radar Way Kanan
     Segitiga Emas
     Ruwa Jurai
     Pendidikan
     Kriminal
     Lakalantas
     Nasional
     Ekonomi
     Society
     Pariwara
     Olahraga
     Selebriti
     Opini
     INFORMASI
     Radar Group
     Telepon Penting
     ADVERTORIAL
     Tentang Kami
     Profil Redaksi
     Galeri Foto
     Buku Tamu
     Kontak Kami
  |O|u|r| C|l|i|e|n|t|
 
Jaya Sakti
 
STKIP Muhammadiyah Kotabumi
  Berita Politika & Hukum
Sabtu, 09 Januari 2010 06:00:29 Klik : 321 Kirim Berita Ini! Print Berita Ini!
Share |
Pilkada 2010 Diragukan
Laporan/Editor: Dina Puspasari/RNN

BANDARLAMPUNG – Kompetensi kandidat bupati/wali kota dalam Pilkada 2010 diragukan. Kapasitas mereka dalam pencalonan dinilai masih mendompleng nama besar dan popularitas orang tuanya dan tidak memiliki dukungan riil dari masyarakat.

“Sementara, kapasitas politik mereka belum teruji, minim pengalaman. Artinya, mereka hanya menggunakan fasilitas politik dan jaringan politik orang tua,” kata Akademisi FISIP Unila Syarief Makhya kepada Radar Lampung ( grup Radar Kotabumi).

Menjelang pilkada kabupaten/kota, muncul sejumlah anak pejabat atau petinggi parpol yang disebut-sebut akan mencalonkan diri. Diantaranya balon bupati Lampung Selatan Rycko Menoza SZP yang merupakan putera sulung gubernur.

Kemudian di Pesawaran, calon bupati Aries Sandi Darma Putera yang merupakan anak bupati Tulangbawang dan calon wakil bupati Andika yang merupakan putera mantan bupati Lampung Tengah. Lalu, balon bupati Waykanan Agung Ilmu Mangkunegara yang merupakan putera bupati di kabupaten tersebut.

Selanjutnya, kandidat wakil wali kota Bandarlampung Dendy Ramadhona Kaligis yang merupakan anak ketua DPD Partai Demokrat Lampung dan Heru Sambodo putera sulung ketua DPD I Partai Golkar Lampung.

“Ya memang tidak ada larangan, sah-sah saja,” ujar dosen FISIP Unila ini.

Kemunculan para anak pejabat, lanjut Syarief, harus didukung bukan karena faktor ayahnya yang memegang jabatan bupati atau gubernur. Tapi harus memiliki dukungan dari arus bawah serta memiliki kapasitas politik yang memadai

Menghadapinya, masyarakat harus diberikan solusi agar tidak serta merta memilih pemimpin yang hanya mendompleng nama besar orang tuanya. Masyarakat, terusnya, harus diberi pencerahan agar dapat melakukan seleksi kepemimpinan secara benar dan cerdas.

“Sehingga memberi manfaat bagi kepentingan masyarakat luas,” imbuh Syarief.

Namun, Syarief menakui terdapat kendala besar untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam waktu yang tinggal hitungan bulan. Sebab, saat ini tidak ada komunitas yang berani memberikan pencerahan politik pada masyarakat yang benar.

“Ini masalahnya, semua terlibat dalam arena pertarungan pilkada. Seharusnya ada kelompok kritis yang secara kontinyu menyuarakan proses kepolitikan yang benar dan berkualitas,” pungkas Syarief. (*)

Share |
<< Kembali

Berita Politika & Hukum Lainnya :

  RADAR LAMPUNG
    RADAR WAY KANAN
Tim Sukses ASRI Pertanyakan Foto Gubernur di Calon Lain
Hari Ini, 8.153 Siswa MI dan SD UN
Lima Srikandi Bersaing Ketat di Pilkada
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Kompor Gas
PNS dan Kakam Diindikasikan Terlibat Pilkada
    LAMPURA SIKEP
Hendarsyah Kades Bandar Putih
PLTS Desa Sumbertani Pasok Energi Untuk 30 KK
Distako-PMII Perindah Kota Kotabumi
Pop Singer Akan Masuk Agenda Tahunan
Minta Dikembalikan Surat Berharga
  RADAR KOTABUMI
Radar Kotabumi

  SITUS RADAR GROUP
    Radar Lampung
    Rakyat Lampung
    Radar Tanggamus
    Radar Lamsel
    Radar Lambar
    Radar Lamteng
    Radar Metro
    Radar Tuba