| Laporan/Editor: Furkon Ari
LAMPURA - Musim duku kembali datang. Meski masih sedikit dan mahal, namun duku ini kembali menyemarakkan Kotabumi Lampung Utara (Lampura). Beberapa pedagang musiman kembali menggelar dagangannya di pinggir-pinggir jalan. Keuntungannya pun cukup menjanjikan.
Salah seorang pedagang duku, Ridwan, ketika ditemui Kamis (7/1) kemarin mengatakan, sejak musim duku beberapa minggu ini, setiap hari dirinya mampu menjual 50 hingga 80 kg duku.
“Dibandingkan musim buah lainnya, musim duku merupakan yang paling laris. Karena selain harganya yang cukup murah, rasanya juga sangat manis serta praktis untuk dikonsumsi,” jelas Ridwan saat ditemui disela-sela kesibukkannya menjajakan dagangannya di JL Soekarno Hatta, Kotabumi.
Ridwan mengatakan, pada awal musim duku pada umumnya pedagang masih mengambil beberapa puluh kilogram saja. Tapi saat duku sudah membanjir dan harganya mulai murah, para pedagang akan mengambil duku di agen hingga 1-2 ton sehari.
Biasanya, kata Ridwan, puluhan pedagang duku mengambil barang dagangan dari salah seorang agen di Pasar Dekon dan pasar Sentral Kotabumi, namun tak jarang juga para pedagang mendatangi langsung ke desa-desa yang banyak tanaman duku. Karena menurutnya, duku produksi lokal tak jauh berbeda kualitasnya dibanding dengan duku dari luar Lampura.
“Biasanya para pedagang mengambil buah dari agen berkisar antara 5-7 karung per harinya. Pada hari-hari biasa kita bisa menghabiskan 30-50 kg dengan harga jual Rp 7.000- Rp 8.000 per kg,” jelasnya. (*) |